| Salah satu pedagang ayam di Pasar Leuwiliang terlihat sepi pengunjung |
Harga sejumlah bahan pokok di Pasar
Leuwiliang, seperti bawang merah dan daging ayam mengalami kenaikan. Hal ini kerap
terjadi setiap menjelang perayaan hari-hari besar termasuk tahun baru.
Hingga hari ini, Senin 927/12)
harga daging ayam di Pasar Leuwiliang rata-rata mencapai Rp. 37.000 per kg.
Padahal pada hari-hari biasa harga daging ayam berada di kisaran Rp. 28.000 –
Rp. 30.000 per kg yang berarti telah terjadi kenaikan harga hingga Rp. 9.000 per kg.
Sedangkan untuk harga bawang merah
dan bawang putih mengalami kenaikan sebesar 25 persen atau sekitar Rp. 5.000
per kg. Harga awal salah satu bumbu dapur ini berada pada harga Rp. 20.000 per
kg.
Sama halnya dengan ayam, bawang
merah, dan bawang putih, cabai merah pun mengalami kenaikan harga yang cukup
signifikan. Dari yang awalnya Rp. 80.000 per kg kini menjadi Rp. 100.000 per kg
untuk harga jual rawit merah.
Salah satu penjual ayam, Sarifudin
pun mengatakan terjadi penurunan daya beli masyarakat terhadap daging ayam. Hal
ini membuatnya menurunkan stok belanjanya dari yang semula 100 kg per hari
menjadi 70 kg per hari.
“Sudah beberapa bulan ini lemah
benar ini daya belinya masyarakat. Yang jadi masalah itu udah daya beli
masyarakat lemah, harga dari sananya naik terus gitu. Saya gak berani bawa
banyak (untuk stok), padahal stok disana melimpah,” ucap pria yang berasal dari
Desa Sadeng itu.
Tak jauh berbeda dengan Sarifudin,
penjual bumbu dapur untuk bawang merah, bawang putih, dan cabai, Dawud pun
mengatakan tidak ada kelangkaan tersendiri untuk bumbu dapur yang di jualnya.
Namun kenaikan harga ini diiringi dengan daya beli masyarakat yang malah menurun.
“Harga dari sananya udah mahal. Jadi kita jualnya sudah dibungkus, jatuhnya Rp. 5.000 per kantong. Karena kita kurangi belanjanya karena modalnya juga gede,” ucapnya.
Tulisan ini telah dimuat di pakuanraya.com dengan judul: Harga Sembako Naik di Pasar Leuwiliang, Daya Beli Masyarakat Turun
(RP/PNJ)
emang tahun baru beberapa bahan pokok harganya menjadi naik. hal itu tak terlepas dari kebiasaan warga Indonesia yang mengadakan acara bakar-bakar di malam tahun baru
BalasHapusyap bener, harga bahan pokok karna pergantian tahun melejit, masyarakat menjerit.
BalasHapusHmm, mau ngga mau jadi ngurangin belanjaan
BalasHapusAduuuhhh pengeluaran harus semakinn di persempiitt, hemat hemat hematt
BalasHapusKok jadi mahal banget yaa? Gimana nasib yang jual ayam geprek? 😭
BalasHapusayamnya diganti tahu, sambelnya diganti saus kacang:)
HapusTerima kasih infonya pege👍🏻
BalasHapusdi medan juga harga bahan pokok naik semua. terima kasih informasinya
BalasHapusudah turun daya belinya, naik pula harganya :(
BalasHapusKeknya di semua daerah sama deh
BalasHapusTerima kasih informasinya.
BalasHapusminyak goreng apa kabar? hehe
BalasHapusParah deh
BalasHapus