Pengidapnya di Kabupaten Bogor Sampai 2000 Orang, Ini Dua Penyebab Utamanya HIV AIDS

HIV atau Human Immunodeficiency Virus merupakan suatu penyakit infeksi yang menular melalui cairan tubuh tertentu. Cairan tubuh manusia yang paling rentan menjadi pelantara penyebaran virus HIV dapat berupa darah, cairan ejakulasi pria, cairan pra-ejakulasi, cairan anus, cairan vagina, bahkan ASI.

 

Di Kabupaten Bogor, secara kumulatif sebanyak 2.616 orang telah terinfeksi virus ini. Pada tahun 2020 terdapat 298 kasus dan tahun ini sampai bulan September tercatat sebanyak 374 kasus yang didominasi oleh usia produktif, 25 sampai 49 tahun.

 

Ketika HIV masuk ke dalam tubuh, virus akan menyerang sel CD4 yang sehat dan menggandakan diri. Jika sel CD4 terus menurun hingga di bawah 200 per mililiter darah karena “dibajak” oleh HIV, maka kondisi akan berkembang menjadi AIDS.

 

Sel CD4 atau sel T adalah jenis sel darah putih dalam sistem imun yang bertugas sebagai lini pertama pertahanan tubuh melawan infeksi. Selama HIV ada dalam tubuh, virus akan melemahkan sistem kekebalan tubuh hingga membuat tubuh rentan terkena penyakit dan infeksi oportunis serius.

 

Dilansir hellosehat, terdapat dua aktivitas utama penyebab HID AIDS. Berikut penjelasan lengkapnya.

 

Pemakaian jarum suntik yang tidak steril, salah satu penyebab yang erat dengan penularan virus ini adalah penggunaan jarum suntik bekas secara bergantian untuk mengkonsumsi obat-obatan terlarang. Jenis obat-obatan terlarang yang biasa dikonsumsi melalui suntikan ini adalah kokain dan methamphetamine (sabu-sabu atau “meth”).

 

Jarum yang telah digunakan orang lain untuk menggunakan obat-obatan tersebut akan meninggalkan sisa darah yang kemudian akan masuk ke tubuh pemakai selanjutnya melalui lukas bekas suntikan.

 

Penggunaan obat melalui bekas jarum ini merupakan jalan langsung dari transmisi. Peningkatan perilaku seperti minum-minuman beralkohol, merokok, dan seks bebas juga berkaitan dengan peningkatan risiko HIV dan AIDS melalui obat-obatan. Bahkan peralatan pembuat tattoo yang tidak steril pun dapat menjadi penyebab HIV AIDS.

 

Aktivitas seksual yang tidak aman, hubungan seksual menjadi penyebab HIV dan AIDS paling umum karena pada aktivitas ini memungkinkan pertukaran cairan tubuh yang mengandung virus dari pengidap kepada orang yang sehat.

 

Risiko penularan virus ini akan meningkat jika pasangan yang sehat memiliki luka terbuka di kulit atau jaringan lunak lainnya, sedangkan aktivitas seksual dilakukan tanpa memakai pengaman.

 

Begitu pun dengan seks oral, walau liur mengandung virus yang sangat sedikit, tetapi risiko akan meningkat jika pasangan memiliki luka terbuka pada mulutnya. Penularan virus HIV juga dapat meningkat jika orang yang tergolong aktif secara seksual sering bergonta-ganti pasangan.

Komentar