| Kantor Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Leuwiliang |
Disamping pemberlakuan kurikulum darurat saat pandemi, Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Leuwiliang juga memiliki kurikulum khusus guna mewujudkan visi dan misi madrasah. Dengan jumlah mata pelajaran agama yang seimbang dengan mata pelajaran umum, diharapkan dapat membentuk IMTAQ (Iman dan Taqwa) dalam karakter siswa.
Kepala Sekolah MIM Leuwiliang Moh Basyaruddin atau biasa dipanggil Rudi mengatakan selain pelajaran umum seperti IPA, IPS, Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris, MIM Leuwiliang juga memiliki mata pelajaran agama seperti Akidah Akhlak, Al-Qur’an Hadist, Fiqih, Bahasa Arab, dan Sejarah Kebudayaan Islam.
Dengan Visi, “Terwujudnya Lembaga Pendidikan Islam yang Berprestasi, Berbudaya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Mampu Bersaing secara Global”, Rudi mengatakan pihak madrasah sedang bersiap untuk merealisasikannya.
“Memang ada tambahan (pelajaran) yaitu, Tahfidz. Tetapi itu diluar mata pelajaran pokok. Kenapa ada Tahfidz? Karena itu berhubungan dengan visi misi madrasah. (Tahfidz) Ini juga berhubungan dengan IMTAQ (Iman dan Taqwa) siswa”, Jelas Rudi saat ditemui di MIM Leuwiliang pada, Rabu (13/10/21).
“Untuk dua pekan kedepan kita akan siapkan Lab (Komputer) untuk merealisasikan ini (visi madrasah) dan bersiap untuk program pemerintah ANBK (Asassment Nasional Berbasis Komputer). MIM Leuwiliang ditunjuk sebagai sekolah yang harus melaksanakan (ANBK) mandiri, secara online. Maka, kita siapkan perangkat keras dan perangkat lunaknya”, tambah Rudi.
Rudi pun menambahkan, “Hidup anak-anak kita 20 tahun yang akan datang mungkin akan beda dengan kita. Maka kita harus kita bekali bukan hanya pemahaman agama, tapi juga intelektualnya. Hal ini terkait keimanan dan ketaqwaannya”, pungkasnya.
Komentar
Posting Komentar