Mengenal Varian MU, Varian Baru Virus Covid-19

Pada tanggal 30 Agustus 2021 lalu, World Health Organization (WHO) menambahkan mutasi virus Covid-19 varian baru. Varian tersebut adalah varian MU atau B.1.621. Varian ini telah terdeteksi dan tersebar pada 39 negara di dunia, seperti Amerika Serikat, Eropa, serta Jepang.


Varian yang pertama kali menyebar di Kolombia ini sebenarnya sudah diawasi sejak Maret lalu oleh WHO. Karena membutuhkan penelitian lebih lanjut, WHO memperingatkan agar mewaspadai varian ini. Varian MU ini memiliki sejumlah mutasi yang menunjukkan ketahanannya terhadap vaksin.


Diperkirakan varian MU ini memiliki setidaknya 21 titik mutasi dari materi genetik SARS-CoV-1. Mutasi kunci dari varian MU ini antara lain N501Y (varian Alpha), E484K (varian Beta), daan P681H (varian Delta).


World Health Organization (WHO) menyebutkan varian MU ini termasuk ke dalam kategori Variant of Interest (VoI) yang berarti perlu mendapat perhatian. Berbeda dengan varian Delta yang termasuk pada kategori Variant Of Concern (VoC) yang artinya perlu diwaspadai.


Hingga kini, penyebaran varian MU berada di bawah angka 0,1 persen di antara kasus Covid-19 lainnya di dunia. Namun, varian ini perlu tetap diwaspadai karena dapat menyebabkan penurunan antibodi karena vaksinasi atau infeksi.


Varian MU ini memungkinkan untuk memiliki konsentrasi yang berbeda dari varian lainnya. Hal ini dapat mempengaruhi kecepatan penyebaran virus, keparahan akibat penyakit yang ditimbulkan, dan ketahanan terhadap tingkat pencegahan seperti vaksin dan obat-obatan.


Komentar